Sabtu, 25 Juni 2011

Membuat Roket Mikro Berbahan Bakar Black Powder


          Black powder (BP) merupakan bahan peledak yang biasa digunakan sebagai bahan bakar roket kecil, bom, petasan dan mesiu senjata api. Daya ledak black powder berbeda-beda tergantung cara pembuatannya dan karena kita bermaksud membuat bahan bakar roket, maka yang kita buat kali ini cuma yang “berdaya ledak” rendah. BP yang akan kita buat kali ini cukup aman dan saya yakin tidak akan terjadi kecelakaan asalkan Anda tidak teledor.

Bahan yang diperlukan:
  • Kalium nitrat/Potasium nitrat (KNO3)
  • Belerang/sulfur (S8)
  • Arang kayu
  • Bubuk gips/batu tahu (CaSO4)
  • Kaleng kemasan Supradyn atau CDR
  • Pelat aluminium atau lembaran plastik tebal yang agak kaku
  • Lem Alteco110
  • Air
  • Kertas hvs dan tisu

Alat yang diperlukan:
  • Mortar 15 cm, kalau tidak ada pakai lumpang dan alu biasa saja
  • Neraca Ohaus atau neraca tiga lengan
  • Paku dan Palu
  • Obeng
  • Spatula logam atau sendok kecil
  • Mangkuk 
  • Gunting atau cutter
  • Semangat dan kerja keras

Yang tidak diperlukan:
  • Sendal jepit tetangga sebelah
  • Sarung nenek

Di mana bisa memperolehnya?

          KNO3 dapat Anda beli di toko supplier bahan kimia dan alat-alat lab, toko pupuk (dijual sebagai pupuk grand K warna putih, kata teman saya itu pupuk udang [kalau salah saya nggak tanggung]), atau di laboratorium sekolah. Belerang bisa diperoleh di toko bahan kimia, pasar tradisional, dan apotek besar, sedangkan arang (yang biasa digunakan untuk membakar ikan atau barbekiu) bisa diperoleh di pasar tradisional atau supermarket. Arang yang baik adalah arang yang telah gosong sempurna, tidak ada sisa-sisa kayu yang belum terbakar, jadi jika Anda ingin membuat arang sendiri (untuk menghemat mungkin) perhatikan betul-betul pembuatannya. Gips dapat diperoleh di toko bahan kimia, apotek besar dan di toko seni. Kaleng Supradyn kalau tidak ada ya beli dulu di toko, supermarket atau apotek dan habiskan isinya bersama teman atau keluarga. Jadi kalau-kalau terjadi kecelakaan setidaknya Anda sudah minum Supradyn.
          Neraca: gunakan neraca Ohaus atau neraca tiga lengan, jika tak ada gunakan saja timbangan kue (yang skala terkecilnya 10 gram). Jika masih tak ada juga pinjamlah punya tetangga. Perkiraan harga: saya membeli KNO3 teknis di toko bahan kimia dengan harga Rp 60.000,00 per kg, belerang di pasar tradisional Rp 20.000,00 seperempat kilogramnya, dan arang Rp 20.000,00 sekantong besar di warung sembako.

Cara membuat BP:
  1. Ambil beberapa bongkah arang dan bungkus dengan beberapa lapis kertas hvs, pukul-pukul dengan palu sampai menjadi butiran kecil dan buang kotoran-kotorannya (sisa-sisa kayu) jika ada.
  2. Timbang 15 gram butiran arang tadi dan masukkan ke mortar. Timbang 10 gram belerang dan masukkan juga ke dalam mortar, haluskan sampai benar-benar halus (kalau bisa seukuran debu). Jangan terburu-buru, karena hasilnya akan jelek.
  3. Timbang 75 gram KNO3 dan masukkan lagi ke campuran tadi, gerus lagi sampai benar-benar halus dan tercampur. Saat KNO3 sudah ditambahkan, jauhkan campuran dari api!
  4. Jemur campuran sebentar. Jika sudah, simpan dalam botol kering.

Cara membuat badan roket:
  1. Lubangi dasar kaleng Supradyn tepat di tengah dengan paku dan palu, lalu perbesar dengan obeng hingga menjadi lingkaran berdiameter kira-kira 5 – 6 mm.
  2. Masukkan paku atau semacamnya yang telah dilumuri minyak goreng ke dalam lubang di kaleng dari luar kaleng, lalu letakkan kaleng di atas meja datar. Usahakan paku berdiri tegak (tidak miring).
  3. Masukkan adonan gips yang agak encer yang terbuat dari serbuk gips dan air yang telah diaduk rata ke dalam kaleng hingga kira-kira setebal 1 cm, lakukan dengan rapi.
  4. Jemur kaleng sekitar 20 menit sampai gips cukup kering, cabut paku dengan segala cara yang Anda punya, hati-hati jangan sampai gipsnya retak. Jemur lagi kalengnya sekitar 10 menit. 
  5. Setelah gips benar-benar kering, perbaiki bentuk lubangnya dengan obeng.
  6. Buat fin roket dengan memotong pelat aluminium atau lembaran plastik tebal hingga berbentuk trapesium seperti pada gambar sebanyak tiga atau empat buah. Ukuran dapat disesuaikan dengan selera tetanggamu.
  7. Tempel fin pada kaleng dengan bantuan lem Alteco110 seperti pada gambar, pasang dengan kuat dan rapi. Sisakan kira-kira 1 cm di bawah dasar roket. Pasang yang rapi, jangan asal-asalan.

Cara membuat sumbu:
  1. Ambil sedikit BP dan taburkan memanjang pada kertas tisu yang telah dipotong berukuran 4 x 20 cm. Gulung sedikit lebih kecil dari lubang pada kaleng dan beri sedikit lem cair agar tisu melekat dan tekuk kedua ujungnya agar black powder tidak kabur keluar. 
  2. Jemur hingga 100% kering. 

Cara merakit roket:
  1. Ambil badan roket dan masukkan sumbu pada lubang hingga naik sekitar 1 cm di atas gips.
  2. Usahakan sumbu yang masuk dalam kaleng tegak, dan masukkan black powder sedikit demi sedikit dan padatkan dengan pangkal obeng (atau apa saja terserah).
  3. Saat sudah pada batas (perhitungkan tutup kaleng), tutup kaleng. Sebelumnya beri lem Alteco 110 pada bagian tutup yang masuk dalam kaleng.
  4. Setelah tertutup rapat, beri lagi lem pada pinggiran tutup kaleng, biarkan sampai benar-benar kering.

Bagaimana cara meluncurkan roketnya?
  1. Carilah lapangan yang agak luas dan sepi.
  2. Amankan lokasi.
  3. Silakan bawa video recorder kalau mau.
  4. Carilah batu yang permukaannya datar dan letakkan di lapangan, usahakan permukaan batu tidak miring.
  5. Letakkan roket di atas batu dan bakar sumbunya.
  6. Tunggu di situ sepuluh menit (just kidding ;)
  7. Mundur segera sekitar 10 meter, makin jauh makin baik, terlalu jauh nggak kelihatan.
  8. Roket meluncur deh. Antisipasi jatuhnya roket, jangan sampai ada oknum yang terluka.

Penting!
  • Terkadang sumbu terlihat padam di pertengahan jika pembuatan sumbu kurang baik, pastikan sumbu benar-benar padam (tunggu dua-tiga menitan) sebelum mendekati roket. Jika sumbu benar-benar padam, buat sumbu baru dan ulangi merakit roket.
  • Jika ingin roket terbang lebih stabil, buatlah moncong (nose) yang aerodinamis, misalnya dari shuttle cock dan tempelkan dengan kuat pada tutup kaleng.
  • Saat membuat roket, saya sambil meminum susu kedelai dan hasilnya sukses. Silakan minum susu kedelai juga agar hasilnya sukses.
Selamat bekerja dan berkreasi...


baca juga:
Propelan sukrosa untuk roket

45 komentar:

  1. aku catur inter cooler.........
    oke boz aku juga minum susu kedelai n hasilnya sukses kenyang.

    BalasHapus
  2. yah, setidaknya kenyang toh..

    BalasHapus
  3. http://ekagamecentre.blogspot.com/

    BalasHapus
  4. Ngomong-ngomong, akan lebih baik jika menggunakan sumbu petasan jika Anda bisa menemukannya.

    BalasHapus
  5. Kalau cara buat campuran petasan gimana??
    e-mail saya:
    fc6322362@gmail.com

    BalasHapus
  6. lanjut proyek roket yukssssss......
    dayat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha, kamu nggak pernah nongol di kampus..

      Hapus
  7. Hallo mas, saya orang teknik sipil sekaligus pecinta kembang api dan tertarik tentang mekanisme kembang api, dan jika info cukup saya ingin membuat kembang api sendiri supaya bisa meluncur tinggi. Mohon komentarnya dalam bahasa awam.

    Bagaimana kalau kasusnya pada kembang api tipe candle (tabung) yang berisi s/d 8x shoot, pertanyaannya :
    A. apakah dia meluncur akibat gas/udara yang di hasilkan dari ledakan dalam ruang sempit di tabung?

    B: dia meluncur akibat black powder tersulut api dan terbang sampai black powdernya habis?


    Jika mas mau menambahkan gambar struktur/skema sebuah kembang api tipe tabung tersebut itu akan membantu saya sekali.


    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, pada dasarnya seperti itu. Kembang api seperti itu tersusun dari dua tingkat, yang pertama black powder untuk mendorong ke atas dan ke-dua campuran black powder, flash powder, dan beberapa jenis garam logam (yang membuat warna kembang api bervariasi, misal garam natrium berwarna jingga, kalium merah jambu, barium hijau, dll).

      Karena kembang api diletakkan dalam tabung sempit, semua gas yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendorong selongsong, dan setelah bp di tingkat pertama habis, tingkat ke-2 terbakar dan meledak (flash powder lebih reaktif dari pada black powder).

      Di lain pihak, sumbu ledak dalam tabung pelontar terus terbakar dan siap meluncurkan selongsong berikutnya.

      Hapus
  8. di hidung roket dikasih BP, percussion cap sama satu batang besi kecil gimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh, nggak konek aku...

      Hapus
    2. maksudnya, di moncong roket diberi stage kedua, biar larinya si roket bisa lebih tinggi..

      Hapus
    3. Yup bisa. saya pernah coba buat roket bp dua stage, tapi gagal karena sulit membuat mekanisme pemisahan antara stage 1 dan stage 2 pada waktu yang diharapkan. Tapi untuk roket kecil lebih baik nosenya diisi dengan bom saja, supaya jadi kaya misil. ha..ha...

      Hapus
    4. mekanisme pemisahan apa ga bisa di sambungan antara stage I sama stage II dikasih bagian yang kritikal(kalo bagian itu ancur, langsung pisah stage I sama II) nah, di titik itu dikasih BP, ignisi BP pemisah sama stage II dengan side fuse.. gimana? apakah ide saya terlalu ruwet?

      wah, kalo di nose diisi bom, ntar dikejar" baret merah (kopassus) .. wkwkwk

      Hapus
    5. Teorinya sih bagus, tapi saya rasa cukup sulit dan secara praktis tidak banyak manfaatnya untuk roket-roket berukuran kecil..

      Hapus
    6. btw, gan paradoks bikin noseconenya dari apa? dan pembentukannya gimana?

      Hapus
  9. gmana klo kita beri parasut sbgai payload roket nya dari pada dipasang peledak jadi hancur. Lebih baik dibuat recovery system nya jadi sang roket slamat kmbali ke bumi . Swaktu SMP aq masih inget roketnya diberi payload kamera hp 2MP hasilnya lumayan buat pengambilan gambr diudara tpi tanpa parasut jadinya nosecone roket hrus dibuat kokoh dan diberi peredam tubrukn pada payload bay agar tdk hancur kamera ne .gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ide bagus. bisa menggunakan sumbu tunda dan pengikat yang meleleh pada suhu tinggi. Jadi jika sumbu tunda sudah terbakar, pengikat meleleh sehingga parasut dilontarkan. bisa nggak ya?

      Hapus
  10. om saya ga mau bikin roket tapi mau minum susu kedelainya aja, boleh..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. om tampan :D kalau mau bikin roket yang bisa meledak kaya di game point blank gimana caranya?

      Hapus
    2. Ha? Om tampan?? Aih.. sayangnya kamu laki-laki #~~

      Supaya bisa meledak ya dipasangi hulu ledak (bom pada bagian kepala roket). Pemicunya bisa menggunakan sumbu tunda, sensor getaran atau optik.. Coba di cek postingan saya di sini. Bisa diintegrasikan dengan roket tuh, tapi butuh riset terlebih dulu..

      Hapus
    3. Om beli belerang nya dimana ditoko material ada gak

      Hapus
  11. kalo pake kaleng kemasan supradyn atau cdr, berarti ukuran roket kecil kan ??
    selain pake kaleng itu, apa bisa pake kaleng2 lainnya ??
    mohon jwabannya . ,

    BalasHapus
  12. Keren br0o..!!
    Ane mau tanya nihh, apakah saat roket tersebut terbang, badan roket terbakar?

    BalasHapus
  13. kalo pake kaleng bekas obat nyamuk gimana ya hasilnya om, mungkin bisa lebih maksimal,

    BalasHapus
  14. om, ni sy lagi pengen nyoba buat roket, sekedar hiburan sih penghilang penat kerja. Tp saya agak ragu karena bahan yg digunakan adalah black powder, apakah ada syarat khusus untuk menyimpan black powder, maksudnya kondisi penyimpanan, Thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Black powder tidak begitu berbahaya, BP sangat stabil, tidak seperti flash powder. Cukup Anda simpan dalam wadah kedap di tempan kering dan jauh dari sumber panas dan jangkauan anak2. Saya sudah mengetes suhu 40 C belum cukup untuk memicu BP meledak.

      Hapus
  15. Jane gawe le gede brod....kira2 ben isoh maboe pd ketinggian 3000fit.
    Nosele d isi serbuk garam kalo bisa hingga 1 ton garam ....tujuane go gae udan ben petani2 g gagal oanen karena kekeringan

    BalasHapus
  16. Gan beli belerang/sulfur nya dimana ditoko material ada gak tlong hubungi 089607585847

    BalasHapus
  17. Gan beli belerang/sulfur nya dimana ditoko material ada gak tlong hubungi 089607585847

    BalasHapus
  18. Gan apa ada bedanya belerang dengan karbit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda bang. Kalau belerang (S_8) warnanya kuning sedangkan karbit (CaC) warnanya hitam.

      Hapus
  19. BIKIN RUDAL BUAT HANCURIN ISRAHELL, MEGA PROYEK, PEMBUATAN RUDAL

    BalasHapus
  20. Yu kita bantuin saudara kita d gazza #prayforgazza

    BalasHapus
  21. Pak saya mau tanya mohon pencerahannya, saya sudah praktikkan semua yg njenengan tulis, BP sudah saya uji bakar hasilnya oke..tetapi setelah diaplikasikan ke roketnya kok tidak mau meluncur ya, bahkan terangkat pun tidak mau, padahal perapiannya bagus banget..mohon bantuannya ya pak, atau kalau boleh saya minta no contact anda, salam kenal saya Aan dari Djogja, Nuwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba dicek:
      1) Apa tidak ada kebocoran pada badan roketnya (gas hanya keluar pada lubang di bawah roket)?
      2) Apa BP-nya terbakar habis?
      3) Apa BP-nya sudah cukup mampat?
      4) Mungkin lubang buangannya terlalu besar?

      Hapus
    2. 1. Kalau kebocoran saya yakinkan ndak pak. Lubang hanya di nozzlenya saja karna atas tak kasih lem a#lteco
      2. BP habis semua pak
      3. Nah itu pak, kalau mampat tidaknya saya kurang paham,tapi sudah saya pukul pakai palu juga pak,cuman ndak tau dalamnya masih ada yg hancur ndak
      4. Itu jg kurang paham pak. Aku kan buatnya pakai spidol snowm#an bekas itu pak nah lubang nozzlenya cuma pakai bagian ujungnya yg untuk nulis itu tak lepas pak, kelonggaran ndak itu pak. Atau ada ukuran perbandingan lubangnya pak?

      Atau mungkin karna gk sambil minum jus kedelai itu ya pak..he

      Mohon pencerahannya ya pak

      Hapus
    3. pak ,,,bikin roket pake hulu ledak pak,,,biar keren....

      Hapus
  22. gan.., roket nya bisa nyasar ke hati orang gk..? ckckckck :P

    BalasHapus
  23. gan, klo saya pake arang trus bahan kimia bentuknya kayak garam..,itu doang.
    cara meracik dengan cara di rebus...! beneran lhoo..!

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  25. gan itu BP nya harus dipadetin dulu gk..?

    BalasHapus
  26. lanjut bung, kita coba pake pipa paralon, mumpung udah dpt mekanismenya biar ngk meleleh...

    BalasHapus



Perhatian: Semua tulisan pada blog ini merupakan karya intelektual admin baik dengan atau tanpa literatur kecuali disebutkan lain. Admin berterima kasih jika ada yang bersedia menyebarkan tulisan-tulisan atau unggahan lain di blog ini dengan tetap mencantumkan sumber artikel. Pemuatan ulang di media online mohon untuk diberikan tautan/link sumber. Segala bentuk plagiasi merupakan pelanggaran hak cipta.